22 Jun

Melipir Sejenak ke Pantai Tersembunyi di Batang

Batang – Kabupaten Batang, Jawa Tengah memiliki pantai yang tersembunyi lho. Destinasi ini seperti terselip di antara rimbunnya hutan dan bukit.

Namanya adalah Pantai Ujung Negoro. detikTravel beserta Tim Mudik Detikcom 2017 melipir sejenak ke pantai yang terletak persis di Desa Ujung Negoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang itu beberapa waktu lalu.

Bagaimana jalannya ke sana? Terletak kurang lebih 5 kilometer dari Jalan Pantura, pantai ini masih segaris dengan Pantai Sigandu. Ketika traveler keluar Pantai Sigandu, ambillah jalan ke kiri dan ikuti saja jalannya hingga memasuki hutan.

Jalan menuju ke Pantai Ujung Negoro seperti menaiki bukit dan kemudian menuruninya. Hati-hati ya, karena terdapat beberapa tikungan tajam sebelum memasuki kawasan pantai ini. Suasana sejuk dan asri masih kental di pantai ini.

Nama Ujung Negoro kata warga setempat dapat diartikan bahwa pantai ini berada sangat jauh atau posisi terluar. Hal itu memang benar demikian karena terletak jauh dari Kota Batang dan berbatasan dengan Alas Roban.

Memasuki lokasi wisata, setiap turis dikenakan tarif tiket Rp 5.000 per orangnya di gerbang masuk. Lalu, Anda harus membayar parkir yang bisa dibilang murah, yakni seribu rupiah untuk motor dan Rp 3.000 untuk mobil.

Pantai Ujung Negoro sendiri terlihat bersih dan enak buat jalan-jalan, serta pas dijadikan tempat singgah menghabiskan waktu. Pasirnya berwarna cokelat dan tentu khas dari pantai utara Jawa.

BACA JUGA: Mudik ke Kendal, Bisa Lihat Lumba-lumba yang Lucu

Melipir Sejenak ke Pantai Tersembunyi di BatangDermaga di Pantai Ujung Negoro (Masaul/detikTravel)

 

Pre-wedding di Pantai Ujung NegoroPre-wedding di Pantai Ujung Negoro (Masaul/detikTravel)

Terlihat di kanan dan kiri pantai adalah perbukitan. Karang-karang dan berbatuan menonjol di sudut-sudut pantai. Namun inilah keunikan Pantai Ujung Negoro.

Ada tulisan besar yang ikonik dan berwarna-warni di pantai ini. Lokasi itulah yang sering digunakan untuk berfoto dan bahkan untuk foto pre-wedding. Ada pula para warga lokal yang memancing di karang-karang ini.

Pantai Ujung Negoro menjadi destinasi utama bagi para pelancong Batang dan sekitarnya. Jika memasuki libur akhir pekan atau lebaran, pantai ini penuh dengan lautan manusia.

Aneka ikan asin di Pantai Ujung NegoroAneka ikan asin di Pantai Ujung Negoro (Masaul/detikTravel)

Di pantai ini pula traveler dapat membeli ikan asin dari nelayan lokal. Jika Anda mudik ke Batang dan sekitarnya jangan lupa melipir ke sini ya! (msl/fay)

sumber detik.com

22 Jun

Foto: Mudik Lewat Tol Gratis Solo-Ngawi, Begini Penampakannya

Solo – Jalan tol Solo-Kertosono mulai Senin (19/6) lalu dioperasikan sebagai jalur alternatif mudik lebaran 2017. Jalur yang dibuka mulai pintu tol Ngasem (Colomadu, Karanganyar) hingga Widodaren (Ngawi).

Jalan tol Gratis Solo-NgawiJalan tol Gratis Solo-Ngawi Foto: dok. PT Solo Ngawi Jaya

Meski masih sebagai jalur alternatif, namun jalan tol ini sudah layak untuk dilintasi para pemudik. Selain badan jalan yang sudah berlapis beton, sepanjang jalan ini juga sudah tersedia berbagai fasilitas.

Jalan tol Gratis Solo-NgawiJalan tol Gratis Solo-Ngawi Foto: dok. PT Solo Ngawi Jaya

“Kita sediakan 5 rest area di km 12, km 21, km 29, km 46 dan km 55. Ada musala dan toilet. Khusus di km 21 kita sediakan kios BBM dari Pertamina,” kata Direktur Utama PT Solo Ngawi Jaya (SNJ), David Wijayatno, belum lama ini.

Jalan tol Gratis Solo-NgawiJalan tol Gratis Solo-Ngawi Foto: dok. PT Solo Ngawi Jaya

Selain itu, tim gabungan juga akan melakukan patroli rutin. Hal tersebut dilakukan untuk membantu pemudik yang mengalami masalah, seperti mobil mogok.

Jalan tol Gratis Solo-NgawiJalan tol Gratis Solo-Ngawi Foto: dok. PT Solo Ngawi Jaya

“Kalau ada yang mogok, kita akan segera kirimkan mobil derek. Kita siapkan 2 mobil derek dan 2 mobil ambulans,” ujarnya.

Jalan tol Gratis Solo-NgawiJalan tol Gratis Solo-Ngawi Foto: dok. PT Solo Ngawi Jaya
22 Jun

Masjid Artistik Banget di Bandung, Bentuknya Kubus!

Bandung – Bandung Barat punya masjid unik yang traveler mesti kunjungi mumpung bulan Ramadan. Bangunannya kubus minimalis modern dan rancangannya penuh filosofi
Masjid Al Irsyad berada di Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Masjid ini memiliki arsitektur bangunan yang tak biasa. Bangunannya berbentuk kubus menyerupai Kabah di Makkah.

Masjid Al Irsyad dibangun tahun 2009 dan baru diresmikan pada tanggal 27 Agustus 2010 silam. Jika biasanya masjid memiliki kubah, tidak demikian dengan Masjid Al Irsyad. Masjid ini dirancang arsitek ternama Indonesia, Ridwan Kamil yang kini menjabat Walikota Bandung.

Bangunan masjid terlihat begitu bersahaja. Namun penataan batu bata pada keseluruhan dinding masjid terlihat sangat mengagumkan. Apabila dilihat dari kejauhan memang sama sekali tidak menyerupai bangunan masjid pada umumnya.

Desain masjid yang keren (Mukhlis/detikTravel)Desain masjid yang keren (Mukhlis/detikTravel) Foto: Mukhlis Dinillah

“Masjid ini memang memiliki konsep dan filosofi Islam, terinspirasi oleh Kabah yang merupakan lambang kesucian umat muslim di seluruh dunia. Kabah adalah bangunan sederhana namun memiliki makna agung,” kata Ketua DKM Al Irsyad, Ahmad Hairuddin Murtani di kantornya, Rabu (7/6/2017).

Batu bata yang disusun pada tembok berbentuk lubang di antara bata solid, dilihat dari kejauhan menghadirkan lafadz dua kalimat syahadat. Selain memiliki fungsi artistik, lubang-lubang itu juga berfungsi sebagai ventilasi udara. Saat malam hari, sinar lampu akan menerobos celah ventilasi sehingga dilihat dari luar tampak seperti masjid memancarkan cahaya membentuk kaligrafi kalimat tauhid.

BACA JUGA: Bulan Ramadan, Trans Studio Bandung Tebar Diskon Hingga 50%

“Jika dilihat dari dalam seperti susunan batu bata yang berantakan. Tapi jika dilihat dari kejauhan, lubang angin itu akan membentuk tulisan kalimat tauhid,” ungkap dia.

Masjid seluas 1.871 meter persegi itu hanya memiliki tiga warna, yaitu putih, hitam, dan abu-abu. Tersedia dua pintu masuk masjid yang berada di depan dan samping kanan. Konsep tata letak masjid juga terinspirasi dari aktivitas tawaf mengelilingi Kabah.

Taman dan kolam (Mukhlis/detikTravel)Taman dan kolam (Mukhlis/detikTravel) Foto: Mukhlis Dinillah

“Lanskap dan ruang terbuka sengaja dirancang berbentuk garis-garis melingkar yang mengelilingi bangunan masjid,” jelas dia.

Masjid yang mampu menampung sekitar 1.500 orang jemaah ini tidak memiliki tiang atau pilar di tengah ruangan untuk menopang atap sehingga terlihat luas. Hanya empat sisi dinding yang menjadi pembatas sekaligus penopang atap bangunan.

Celah-celah angin pada empat sisi dinding masjid berbentuk segi empat itu menjadikan sirkulasi udara di dalam begitu baik. Sehingga, tidak terasa gerah atau panas di dalamnya meskipun tanpa menggunakan kipas angin maupun AC.

Sementara interior masjid terpasang 99 buah lampu pada langit-langit yang menyimbolkan nama-nama Allah atau Asmaul Husna. Ketika lampu menyala, simbol Asmaul Husna itu akan tampak pada setiap lampu-lampu berbentuk kotak panjang tersebut.

 Ruang salat utama (Mukhlis/detikTravel)Ruang salat utama (Mukhlis/detikTravel) Foto: Mukhlis Dinillah

“Maksud dari desain ini untuk menyimbolkan bahwa manusia yang salat dan berdoa di dalam masjid ini, akan mendapatkan berkah dan hidayah dari semua kebaikan 99 nama Allah,” tutur dia.

Keunikan Masjid Al Irsyad juga bisa dilihat dari bentuk mihrab yang dirancang sebagai tempat menghadap Allah dengan konsep ‘Keindahan Alam dan Kebesaran Allah’. Mirab terbuka langsung menghadap gunung dan bukit yang asri.

Selain mihrab menghadap langsung alam terbuka, mimbar khatib juga dirancang di atas air dengan bola besar berwarna hitam yang bertuliskan kaligrafi Allah. Dengan begitu, semakin menampilkan artistik yang mengagumkan.

“Bagian imam ini sengaja tanpa dinding. Desain ini menyimbolkan manusia selalu rendah hati dengan melihat keindahan alam dan kebesaran Allah. Sehingga senantiasa bersyukur dan khusyuk berkomunikasi dengan Allah,” kata Ahmad

Nama masjid ini makin populer dan dikenal luas oleh masyarakat setelah menyabet penghargaan bergengsi tingkat dunia. National Frame Building Association memilih Masjid Al Irsyad menjadi satu-satunya tempat peribadatan di Asia yang masuk 5 besar Building of The Year 2010.

Perhelatan akbar yang melibatkan sekitar 15.000 orang arsitek di seluruh dunia ini menempatkan Masjid Al Irsyad dalam kategori arsitektur religius. Hal yang lebih membanggakan lagi, masjid berbentuk kubus ini menjadi satu-satunya tempat peribadatan di luar gereja.

Mihrab yang unik dan filosofis (Mukhlis/detikTravel)Mihrab yang unik dan filosofis (Mukhlis/detikTravel) Foto: Mukhlis Dinillah

Dengan penghargaan itu, setiap hari masjid ini tak hanya dikunjungi oleh masyarakat Indonesia. Bahkan, ribuan orang dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Timur Tengah, Belanda, Australia dan Eropa sengaja datang untuk melihat keunikan dan desain futuristik Masjid Al Irsyad ini.

“Masjid ini bahkan sudah jadi tujuan studi para mahasiswa arsitektur di seluruh dunia karena masjid ini penuh dengan konsep arsitektur kelas dunia,” jelas dia.

Menurutnya meski ribuan keluar masuk masjid, para pengunjung tak perlu khawatir masjid menjadi kotor atau terkena najis. Sebab, masjid itu dijaga kebersihannya selama 24 jam penuh. Pengurus DKM menghabiskan biaya operasional kebersihan sebesar Rp 19 hingga Rp 20 juta per bulan.

“Dengan menerapkan manajemen masjid yang profesional sejak berdiri, alhamdulillah masjid ini selain indah juga sangat makmur dan selalu dikunjungi banyak orang,” kata Ahmad. (bnl/fay)

sumber detik.com
22 Jun

Pulang Kampung ke 4 Kota Ini, Ada Kampung Warna-warni

Semarang – Pulang kampung adalah momen keluarga yang penuh warna. Buat kamu yang mudik ke 4 kota ini, jangan lupa mampir ke kampung warna-warni.

Belakangan tengah marak trend mewarnai kampung di Indonesia. Lewat warna-warni cerah, sejumlah kampung bersolek untuk mencuri perhatian wisatawan. Mumpung sebentar lagi Lebaran, traveler yang mudik mungkin bisa menyempatkan untuk sekalian mampir.

BACA JUGA: Mudik dari Jakarta, Wajib Bawa Oleh-oleh Ini
https://travel.detik.com/travel-news/d-3538183/mudik-dari-jakarta-wajib-bawa-oleh-oleh-ini

Lokasinya pun ada di berbagai kota besar seperti Semarang hingga Malang. Dihimpun oleh detikTravel, Kamis (22/6/2017) berikut 4 kampung warna-warni yang bisa jadi rekomendasi saat mudik (https://travel.detik.com/readfoto/2017/06/21/122154/3537760/1384/1/mudik-lebaran-ayo-ke-pantai-tanpa-nama-di-sabang) nanti yang dijelaskan dalam halaman-halaman berikut ini:

1. Semarang

Pulang Kampung ke 4 Kota Ini, Ada Kampung Warna-warniFoto: (Angling Adhitya Purbaya/detikTravel)

Belakangan nama Kampung Pelangi di Semarang mulai populer di kalangan traveler dalam negeri. Tidak hanya itu, media asing bahkan sampai ikut memberitakan.

Berlokasi di Kelurahan Randusari, Semarang Selatan, nama Kampung Pelangi memang tengah naik daun di kalangan traveler. Namun dahulu, kampung yang memiliki nama asli Kampung Wonosari tersebut boleh terbilang biasa saja.

Namun atas inisiatif dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, akhirnya Kampung Wonosari mulai dicat pada 15 April 2017 lalu dengan gotong royong. Ke depannya sejumlah fasilitas lain seperti toilet umum hingga warung juga akan ada di sana.

Kini traveler yang datang ke Kampung Pelangi bisa menjelajahi berbagai sudutnya yang warna-warni. Jangan lupa berfoto ya!

2. Malang

Pulang Kampung ke 4 Kota Ini, Ada Kampung Warna-warniFoto: (Ady Candra/d’Traveler)

Sebelum ada Kampung Pelangi Semarang, sudah lebih dulu ada Kampung Warna-warni di Malang. Tidak jauh beda dengan di Semarang, dahulu Kampung Warna-warni Malang juga cukup kumuh. Sebelum namanya diganti, dulu kampung ini dikenal dengan nama Jodipan.

Namun berkat inisiatif dari mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang yang tergabung dalam kelompok guyspro, dirapikanlah Kampung Jodipan dengan cara dicat warna-warni. Proses pengecatannya pun dimulai pada Juni 2016 lalu.

Perlahan, usaha itu pun berbuah manis. Selain jadi lebih cantik dan sedap dilihat, Kampung Warna-warni Malang juga kian populer dan ramai dikunjungi wisatawan.

Kunjungan wisatawan pun tidak hanya memberi pemasukan tambahan bagi warga sekitar, tapi juga mengubah perilaku masyarakatnya jadi lebih baik. Sungguh kreatifitas yang positif!

3. Palembang

Pulang Kampung ke 4 Kota Ini, Ada Kampung Warna-warniFoto: (Raja Adil/detikTravel)

Selain Semarang dan Malang, Palembang pun tidak mau ketinggalan. Baru diresmikan pada 25 Mei 2017 lalu oleh Walikota Palembang Harnojoyo, sejumlah rumah warna-warni di sepanjang aliran Sungai Musi mulai mencuri perhatian.

Sebelum menjadi destinasi wisata, memang tempat ini merupakan kawasan kumuh. Sehingga dengan konsep Musi Bercorak, Sungai Musi yang memiliki sejuta budaya dan sejarah yang tidak dimiliki daerah lain akan semakin menjadi cantik dan tujuan wisatawan.

Tidak hanya itu, keindahan corak warna warni yang dapat dilihat di sepanjang Sungai Musi juga dapat menambah daya tarik ekonomi masyarakat sekitar. Terutama bagi pengrajin kesenian, penjual suvenir lokal dan kuliner pempek sebagai makanan khas kota Palembang.

Kampung warna-warni tersebut dapat dilihat mulai dari bawah Jembatan Ampera hingga 7 Ulu yang berjarak sekitar 2 kilometer. Terlihat indahnya kampung warna-warni dengan konsep Musi Bercorak saat menyusuri sungai. Sehingga saat wisatawan berfoto akan terlihat background Sungai Musi yang indah.

4. Lubuklinggau

Pulang Kampung ke 4 Kota Ini, Ada Kampung Warna-warniFoto: (Raja Adil Siregar/detikTravel)

Terakhir ada Kampung Warna-warni di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Sejak diresmikan oleh Walikota Lubuklinggau Prana Putra Sohe pada 10 Maret 2017 lalu, Kampung Warna-warni terus ramai pengunjung.

Awalnya Kampung Warna-warni sendiri terbentuk atas inisiatif ibu-ibu kelompok PKK di kelurahan Lubuklinggau Ulu, Lubuklinggau Barat II. Kemudian dibantu oleh dinas terkait dan didukung langsung oleh Walikota, sehingga terbentuk tempat wisata baru ramah anak.

Tidak hanya foto selfie saja, pengunjung juga dapat menikmati aliran sungai yang bersih dan foto dengan background Bukit Sulap di belakangnya. Selain itu, nantinya kampung ini juga akan jadi kampung KB dan menjadi kampung yang benar-benar terpadu dengan berbagai inovasi dan masukan dari masyarakat. Keren! (rdy/fay)

sumber : detik.com

22 Jun

Menanti Berkah dari Liburan Obama ke Indonesia

Jakarta – Akhir Juni ini, mantan Presiden AS Barack Obama berencana liburan ke Indonesia. Itu menjadi kabar baik untuk pariwisata Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, setelah acara Silaturahmi dan Dialog Menteri Pariwisata dengan Forum Wartawan Pariwisata di Bakmi Naga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (20/6/2017) malam. Obama ke Indonesia, diyakini akan membuat lebih banyak turis khususnya yang berasal Negeri Paman Sam ke Indonesia.

“Tentu, Obama adalah endorser yang punya daya tarik untuk dunia. Efeknya kalau beliau ke sini, followers-nya pasti akan mengikuti,” kata Arief.

Arief mengakui, dirinya sudah diajak berdiskusi oleh Ketua Dewan Diaspora Indonesia Global Dino Patti Djalal. Arief pun mewakili Kementerian Pariwisata ditawarkan untuk bergabung dan menyambut Obama saat liburan di Indonesia.

“Namun sampai saat ini saya belum tahu pasti kapan Obama datang dan rencana perjalanannya. Kita belum siapkan apa-apa dan kita tidak bisa juga memaksa Obama harus ke sini ke situ. Tapi nanti apa yang dia mau, kita ikutin,” tuturnya.

“Menurut saya, hampir pasti dia ke tempat-tempat yang penuh sejarah untuk hidupnya seperti ke Menteng. Mungkin dia mau coba kuliner juga, sate dan bakso,” tambah Arief.

Selain itu, Arief menjelaskan bakal promosi gencar-gencaran di New York Times perihal liburan Obama ke Indonesia. Bakal banyak pemberitaan soal Obama tentang destinasi yang dikunjunginya dan tentang pariwisata Indonesia sendiri.

“Kunjungan turis AS sedang meningkat ke Indonesia. Adanya kedatangan Obama liburan, kita harapkan lebih meningkat lagi,” tutup Arief. (aff/msl)

sumber : detik.com

22 Jun

Kemenpar Dorong Pembangunan Kereta Gantung di Kawah Ijen

Banyuwangi – Rencananya pembangunan kereta gantung di Kawah Ijen sudah tercetus sejak lama. Kementerian Pariwisata pun mendorong pembangunan kereta gantung segera terlaksana.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong rencana pembuatan cable car atau kereta gantung menuju Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur. Ini bertujuan untuk menjadi vacuum cleaner alias menarik wisatawan untuk menikmati keindahan Banyuwangi. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun turut membantu impian adanya kereta gantung di Kawah Ijen.

“Saya sudah ketemu dengan investornya. Kita dorong untuk segera diwujudkan agar kunjungan dunia ada di Banyuwangi. Nanti kita akan undang di Diaspora untuk menjelaskan ke orang Banyuwangi yang punya wilayah,” ujar Menpar Arief Yahya kepada sejumlah wartawan, saat press conference peresmian El Royale Hotel and Resort Banyuwangi, Rabu (21/6/2017).

Kereta gantung di Kawah Ijen, kata Menpar Arief, akan menyedot wisatawan seluruh dunia. Selain itu, ini merupakan satu-satunya di Indonesia.

“Saya minta segera sebelum tahun 2019. Saya minta cable car yang nomor satu di dunia, jika tidak nomor dua pun tidak masalah. Di dunia ada di China dan beberapa negara lain,” tambah Arief.

BACA JUGA: Target 2019: Banyuwangi Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Terkait dengan izin yang terganjal di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menpar Arief mengaku saat ini pihaknya sedang mengusahakan ijin konversi beberapa titik untuk dijadikan tapak kereta gantung. Saat ini perubahan regulasi di Kawah Ijen dari Cagar Alam menjadi Taman Wisata Alam sudah dilakukan, sehingga bisa lebih mudah dalam pembangunan sarana dan prasarana kereta gantung.

“Di dunia itu aturannya boleh untuk menaruh tapak. Merusak iya tapi hanya sedikit. Dan nantinya ini akan menghasilkan profit bagi negara,” tambahnya.

Dalam konsep pariwisata, tambah Arief, dikenal dengan 3P, yakni People, atau pemberdayaan masyarakat, Planet, ramah lingkungan dan Profit atau keuntungan dan kesejahteraan. Pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan akan menghasilkan kesejahteraan. Di kasus kereta gantung Kawah Ijen ini, dirinya menjamin tidak akan ada perusakan lingkungan yang sporadis jika dikelola dengan baik.

Kemenpar Dorong Pembangunan Kereta Gantung di Kawah IjenFoto: (Ardian Fanani/detikTravel)

“Pariwisata tidak akan merusak lingkungan. Mohon maaf di industri dipastikan ada kerusakan lingkungan. Semakin dilestarikan akan semakin mensejahterakan daerah khususnya dan devisa untuk negara,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi dukungan percepatan yg dilakukan Menpar Arief Yahya. Bupati Anas pun berharap target ini bisa dikejar bersama-sama untuk pengembangan pariwisata nasional.

“Mengutip komentar menpar, kita harus bekerja incorporated. Semua saling sinergi,” kata Anas.

Menurut Anas, sudah ada investor dari Swiss namun masih terkendala izin yang macet dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kereta gantung akan membantu target pemerintah pusat mendatangkan sebanyak 15 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2017, dan 20 juta pada 2019. (krn/krn)

sumber : detik.com

Tentang Kami

Wisata Istimewa; adalah Tour Operator dan Organizer Trip dengan pengalaman lebih dari 5 tahun. Berpusat di Yogyakarta. Dikelola secara professional®.

Hubungi Kami

Kalijeruk 2, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta 55584
WA 0877 3820 3047
kurnia@wisataistimewa.com
Jangan Lupa Bahagia

Ikuti Kami